Tentang komunitas The Blue Buddha Indonesia
Tentang komunitas The Blue Buddha Indonesia
The Blue Buddha Indonesia lahir secara organik dari sebuah niat sederhana: daripada menambah kebencian di tengah konflik dunia, mengapa tidak ikut menyebarkan aspirasi penyembuhan?
Ketika perang Rusia–Ukraina pecah tahun 2022 dan kemudian disusul berbagai konflik kemanusiaan lainnya, ratusan orang—sekitar 600 orang dari latar belakang Buddhis maupun non-Buddhis—berkumpul dalam sebuah WhatsApp Group untuk bersama-sama mengakumulasi mantra Medicine Buddha.
Pada awalnya, kegiatan kami sangat sederhana. Mantra Medicine Buddha dilafalkan, jumlahnya diakumulasi, lalu dicatat bersama.
Namun perlahan muncul berbagai pertanyaan:
Siapakah Medicine Buddha? Apa makna praktik ini? Apa yang sebenarnya diajarkan Sang Buddha tentang penderitaan dan penyembuhan?
Dari pertanyaan-pertanyaan itulah komunitas ini bertumbuh. Saya mencoba menjelaskan apa yang saya pahami dan, yang lebih penting, menjembatani teman-teman kepada guru, komunitas, dan tradisi Buddhis yang otentik apabila mereka ingin belajar lebih jauh.
Sejak awal saya selalu menegaskan bahwa saya bukan guru dan The Blue Buddha Indonesia bukan sebuah perguruan baru. Kami juga tidak mempunyai misi untuk membuat seseorang harus menjadi beragama Buddha.
Seiring waktu, The Blue Buddha Indonesia semakin berkembang menjadi sebuah komunitas dengan sosok Medicine Buddha sebagai patron dan penyembuhan sebagai salah satu aktivitas utamanya. Ruang belajar Dharma melalui Whatsapp berkembang menjadi tempat orang dari berbagai latar belakang dapat mengenal Buddhadharma secara terbuka, kemudian menemukan sendiri jalan belajar dan praktik yang sesuai.
Komunitas ini juga kemudian menelurkan beberapa ruang yang lebih khusus dengan berbagai Volunteer yang rela terlibat dalam mengelolanya:
Menjadi ruang bagi mereka yang ingin mendalami Yuthok Nyingthig (Esensi Hati Yuthok), sebuah tradisi Buddhis Vajrayana yang memiliki hubungan sangat erat dengan tradisi pengobatan Tibet.
Menjadi ruang untuk mendekati Dharma melalui seni—belajar melihat keindahan, perubahan, kekosongan, dan berbagai fenomena kehidupan melalui proses kreatif dan perenungan.
3. Hariti Circle
Menjadi ruang dukungan bagi para ibu, terinspirasi oleh kisah Yakshini Hariti. Cinta yang awalnya sempit dan melekat hanya kepada anaknya sendiri, melalui perjumpaan dengan Dharma bertransformasi menjadi kepedulian kepada ibu dan anak-anak lainnya.
Pada saat yang sama, anggota komunitas tetap bebas belajar kepada berbagai guru dan tradisi Buddhis yang otentik. The Blue Buddha tidak mengambil alih kurikulum atau ajaran dari perguruan-perguruan tersebut. Kami memperkenalkan, menghubungkan, dan kemudian mempersilakan setiap orang belajar dari sumbernya.
Ketika kegiatan semakin berkembang, kami menyadari bahwa komunitas ini membutuhkan sebuah rumah fisik—bukan hanya ruang digital.
Dari situlah lahir ATAP PIRUS Meditation Space and Wellbeing, sebuah ruang untuk bermeditasi, berlatih Dharma, berkumpul sebagai komunitas, sekaligus mengeksplorasi berbagai bentuk penyembuhan.
Sebuah rumah sederhana tempat Dharma, komunitas, seni, dan penyembuhan dapat bertemu.
Semangat komunitas The Blue Buddha Indonesia mungkin paling sederhana dirangkum melalui mantra Medicine Buddha:
Tadyathā Oṃ Bhaiṣajye Bhaiṣajye
Mahābhaiṣajye Rāja Samudgate Svāhā.
Bagi kami, penyembuhan (bhaisajye) tidak berhenti pada sembuhnya tubuh. Ada penyembuhan pada mandala eksternal, hubungan kita dengan dunia dan keadaan kehidupan.
Ada penyembuhan pada mandala internal, yang adalag tubuh, energi, dan mental kita.
Dan akhirnya ada Mahābhaiṣajye (The Great Healing), Penyembuhan Agung yang tidak lain adalah pencerahan itu sendiri, terbebas dari akar ilusi dan penderitaan.
Karena itu, aspirasi The Blue Buddha Indonesia sederhana:
Semoga kita belajar menyembuhkan diri.
Semoga penyembuhan itu meluas kepada makhluk lain.
Dan semoga perjalanan penyembuhan pada akhirnya membawa kita bukan hanya menuju keadaan yang lebih nyaman, tetapi menuju kebebasan.
Semoga Buddhadharma tetap lestari dan terus member in manfaat bagi semua makhluk.
Yudhi Gejali, MD, dokter, akupunkturis, dan murid sang Buddha. Inisiator komunitas the Blue Buddha Indonesia